Ceritanya hari ini agak gawat.... saya pengen soto daging dan...saya sudah ngekos. Soto daging itu, beli 15 ribu sedikit isinya. Saya jadi pikir-pikir mau beli. Akhirnya saya kepikiran untuk bikin sendiri.
Dengan kosan berkamar 3x3, plus ndak ada dapur umumnya, saya dengan ngawur dan nekat membawa daging 2 ons ke kosan ditambah 1 sachet bumbu soto instan dan bawang pre satu batang. Menggila! iya saya tahu saya sangat ngawur.... T.T
Berbekal pisau murah yang saya beli di serba 10ribu, saya memotong daging pilihan ibu penjual daging yang katanya memang untuk soto itu di dalam kamar... iya dikamar kecil itu. Kasur yang kebetulan ndak berdipan saya angkat dan saya sandarkan di tembok. Lalu saya menggelar berbagai peralatan yang ada dan bahan buat masak. Saya sungguh menyesal sekali ketika aroma daging yang begitu kuat menguar dari heater berdiameter 15cm milik saya. Sampai ditanya sama pembantunya bu kos.... "Masak ya mbak? Baunya kok wangi" tanyanya. "Hahaha...iya mbak" hanya itu jawaban saya sambil ngacir ke tempat cuci piring untuk membuang air kotor bekas cucian sayur. Namun, penyesalan itu dibarengi dengan rasa penasaran ingin mencoba, lalu disusul rasa syukur Alhamdulillah karena setelah 3 jam masak, akhirnya saya makan soto yang enak.
Ini bahan yang saya beli:
#Daging kurang lebih 2 ons Rp.28.000
#Bawang pre 1 batang Rp.3.000
#1 Sachet bumbu soto daging (Saya pakai merk Bamboe) Rp.5.000
Total Rp.36.000
Alat yang saya pakai:
#Heater Listrik Stainless diameter 15cm
#Pisau
#Talenan
Cara masak:
#Merebus air di dalam heater, selagi menunggu, saya mencuci bawang pre dan daging.
#Memotong-motong bawang pre sekitar 2 cm
#Memotongi daging menjadi kecil-kecil, sesuai selera. Berhubung saya tidak terlalu suka lemak-lemak di daging, ada lemak-lemak yang saya buang.
#Memasukkan daging yang sudah dipotong. Lemak-lemak yang ada di permukaan saya ambili dengan sendok hingga agak bening. Selanjutnya menunggu daging jadi matang dan empuk. Lamaaa banget, lamaa....sekitar 1 jam an. Untung dagingnya dipotong kecil-kecil.
#Setelah itu bawang pre yang sudah dipotong saya masukkan kedalam heater.
#Setelah mulai tercium bau wangi daging rebus matang, saya masukkan 1 sendok bumbu soto bamboo. Sebenarnya ini sesuai selera saja. Berhubung saya ndak suka kalau bumbunya terlalu kencang, saya masukkan satu sendok saja, ndak semua. Tunggu beberapa menit lalu, siap dihidangkan (dihidangkan untuk diri sendiri yang pasti hahahaha).
Masakan ini, bisa saya pakai makan kurang lebih 5 kali makan. Saya bikin ini siang dan bisa untuk makan siang hari itu, makan malam hari itu dan makan tiga kali besoknya. Itupun tiap makan saya nambah. Mungkin karena makan saya sedikit kali ya.... bagi yang makannya banyak mungkin ini bertahan sekitar 3-4 kali makan. Yang penting nggak lupa dipanasin tiap makan, untuk mempertahankan dia nggak cepat basi.
Fotonya? Maaf...kemarin nggak siap foto-foto jadi hanya cerita saja.... >.<
Semoga saya bisa mengulanginya lagi, dan bisa mengakali biar baunya ndak sampai rumah ibu kos...
Dengan kosan berkamar 3x3, plus ndak ada dapur umumnya, saya dengan ngawur dan nekat membawa daging 2 ons ke kosan ditambah 1 sachet bumbu soto instan dan bawang pre satu batang. Menggila! iya saya tahu saya sangat ngawur.... T.T
Berbekal pisau murah yang saya beli di serba 10ribu, saya memotong daging pilihan ibu penjual daging yang katanya memang untuk soto itu di dalam kamar... iya dikamar kecil itu. Kasur yang kebetulan ndak berdipan saya angkat dan saya sandarkan di tembok. Lalu saya menggelar berbagai peralatan yang ada dan bahan buat masak. Saya sungguh menyesal sekali ketika aroma daging yang begitu kuat menguar dari heater berdiameter 15cm milik saya. Sampai ditanya sama pembantunya bu kos.... "Masak ya mbak? Baunya kok wangi" tanyanya. "Hahaha...iya mbak" hanya itu jawaban saya sambil ngacir ke tempat cuci piring untuk membuang air kotor bekas cucian sayur. Namun, penyesalan itu dibarengi dengan rasa penasaran ingin mencoba, lalu disusul rasa syukur Alhamdulillah karena setelah 3 jam masak, akhirnya saya makan soto yang enak.
Ini bahan yang saya beli:
#Daging kurang lebih 2 ons Rp.28.000
#Bawang pre 1 batang Rp.3.000
#1 Sachet bumbu soto daging (Saya pakai merk Bamboe) Rp.5.000
Total Rp.36.000
Alat yang saya pakai:
#Heater Listrik Stainless diameter 15cm
#Pisau
#Talenan
Cara masak:
#Merebus air di dalam heater, selagi menunggu, saya mencuci bawang pre dan daging.
#Memotong-motong bawang pre sekitar 2 cm
#Memotongi daging menjadi kecil-kecil, sesuai selera. Berhubung saya tidak terlalu suka lemak-lemak di daging, ada lemak-lemak yang saya buang.
#Memasukkan daging yang sudah dipotong. Lemak-lemak yang ada di permukaan saya ambili dengan sendok hingga agak bening. Selanjutnya menunggu daging jadi matang dan empuk. Lamaaa banget, lamaa....sekitar 1 jam an. Untung dagingnya dipotong kecil-kecil.
#Setelah itu bawang pre yang sudah dipotong saya masukkan kedalam heater.
#Setelah mulai tercium bau wangi daging rebus matang, saya masukkan 1 sendok bumbu soto bamboo. Sebenarnya ini sesuai selera saja. Berhubung saya ndak suka kalau bumbunya terlalu kencang, saya masukkan satu sendok saja, ndak semua. Tunggu beberapa menit lalu, siap dihidangkan (dihidangkan untuk diri sendiri yang pasti hahahaha).
Masakan ini, bisa saya pakai makan kurang lebih 5 kali makan. Saya bikin ini siang dan bisa untuk makan siang hari itu, makan malam hari itu dan makan tiga kali besoknya. Itupun tiap makan saya nambah. Mungkin karena makan saya sedikit kali ya.... bagi yang makannya banyak mungkin ini bertahan sekitar 3-4 kali makan. Yang penting nggak lupa dipanasin tiap makan, untuk mempertahankan dia nggak cepat basi.
Fotonya? Maaf...kemarin nggak siap foto-foto jadi hanya cerita saja.... >.<
Semoga saya bisa mengulanginya lagi, dan bisa mengakali biar baunya ndak sampai rumah ibu kos...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Comment Moderation "ON"