Senin, 13 Februari 2017

Migren? Brain Fog?

Saya pengen banget bilang makasih buat mbak yang ngepost ini:

Migraine and Brain Fog Tips and Tricks

Buat orang yang hampir tiap hari kena migren dan sering gangguan konsentrasi seperti aku, tips nya membantu banget terutama buat kerjaan. Website itu juga membantu sekali buat aku cari info seputar migren dan ganguan kesehatan yang baru saja aku tahu yaitu Brain fog.

Pernah nggak sih ketika ngobrol sama teman atau lagi konsentrasi dengerin guru dikelas tiba-tiba konsentrasi buyar...susah nangkap pembicaraan berasa pikiran ini buram dan nggak jernih? Lama-lama kepala sakit, nyeri didalam?

Yup itu yang hampir setiap hari kualami sejak SMA. Aku nggak paham aku ini kenapa.... kukira semua orang seperti itu...sampai akhirnya diusia 25 tahun aku mulai nyari-nyari setelah ngobrol dengan teman kerja. Aku nggak bisa menggambarkan dengan baik bagaimana kondisi pikiran ketika ia bertanya kenapa aku gampang pelupa, kenapa nggak merhatiin kata-kata penting, kenapa sering miskom... dan mungkin hingga hari ini, dia berpikir aku tidak punya minat di kerjaan. Aku bingung bagaimana menjelaskan....aku hanya bisa minta maaf saja. Aku pun membuat banyak catatan untuk mengingatkanku soal hal-hal penting terutama soal kerjaan. Aku juga pernah ditegur karena aku terlalu bergantung pada catatan. Akhirnya aku stress dan depressi... dan curhat di search engine.

Curhatnya tentu bukan ngetik panjang lebar. Aku ketik keyword yang mewakili permasalahanku dalam bahasa inggris = "Foggy Mind". Muncul sejumlah link yang mengarah ke beberapa artikel yang membahas brain fog.

Yang aku tangkap disini, brain fog adalah gangguan kesehatan yang muncul karena penyakit lain yang kita derita, bukan penyakit utama. Rata-rata pengalaman dan cerita orang-orang yang mengalami brain fog cocok dengan yang kualami. Sulit konsentrasi mendengarkan pembicaraan orang yang panjang, suka lupa dan nggak ingat sama sekali tentang beberapa kata-kata yang pernah didengar, agak sulit mengutarakan suatu maksud secara lisan. Kadang saya mau ngomong sesuatu, kata-kata itu ada dikepala, tapi mau nyebut itu susaaah sekali. Ibaratnya seperti mau meraih suatu barang tapi karena ruangannya berkabut jadi susah melihat akhirnya kadang salah ambil. Yups kadang akhirnya salah omong.... T.T Parahnya, aku pernah lupa kata-kata yang barusaaan aja diomong orang ke aku. Aku juga pernah mau njelasin sesuatu tapi tiba-tiba di tengah pembicaraan merasa semacam "Aku mau ngomong apa sih tadi ini?". Aku juga sering lupa rencana-rencana yang aku rancang sendiri buat kukerjakan. Selain itu kadang berasa seperti orang baru bangun tidur yang nggak penuh-penuh kesadarannya....kayak setengah mimpi. Itu bisa seharian. Rasa sakit dikepala sering muncul terutama ketika aku berusaha mengingat atau berbicara panjang....mengetik postingan ini pun kepala sudah cenut-cenut sebelah.

Kalau sudah sakit kepalanya sakit banget...yah...sama sekali nggak bisa dipakai mikir.... ngerjain hal-hal yang butuh ketelitian dua kali lebih kesulitan dibanding pas nggak terlalu sakit....berhitung sama sekali nggak nyantol....apalagi mengingat sesuatu...kadang diikuti pandangan blur. Ini serius beneran ndak bohong.

Reaksi teman saya ketika saya ceritakan itu adalah "Masak sih mbak? Aku sakit kepala masih bisa mikir lho.". Ada juga yang berkomentar "Mungkin kamu males aja kali." ada juga yang "Mungkin mbak ini tidak berminat."
Sering kecewa dengan reaksi orang lain... tapi gimana juga...mereka nggak ngalami jadi ya nggak ngerti. Kadang aku berharap bisa transfer penyakit ke orang lain gitu biar ngerti yang kumaksud.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Moderation "ON"